Tampilkan postingan dengan label Motivasi diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi diri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Januari 2012

Menikmati Masalah

Pekerjaan sudah ada sejak sebelum kita lahir, masalah sudah ada sebelum kita lahir, bahkan kita lahir di dunia ini juga disebabkan oleh sebuah masalah, yaitu masalah dua anak manusia yang terikat dengan suatu ikatan cinta. Banyak orang saat ini hanya mengeluh dengan berbagai masalah yang mereka hadapi. Dunia seakan kiamat ketika masalah menimpa kepada mereka. Berbagai doa dan puji-pujian kepada Allah keluar dari mulut manusia untuk terhindar dari permasalahan. Siang dan malam berkujur airmata, kesedihan berlarut-larut, seakan-akan tiada keindahan dan kegembiraan lagi pada kehidupan ini. Begitu sedihkah kehidupan ini? Begitu sulitkah kehidupan ini untuk dilalui?
Tiada yang terjadi di dunia ini tanpa izin dari Allah…..bukankah demikian?... Memang kenyataan ini akan sulit bagi beberapa segelintir orang. Namun bagi segelintir orang yang lain tidaklah demikian. Mengapa demikian? Bukankah setiap orang memiliki permasalahan masing-masing, dan tentu saja mereka sudah dibekali cara untuk menghadapi permasalahan tersebut. Apa yang harus dilakukan?
1. Ubahlah Cara Pandang Terhadap Masalah.
Mengubah masalah ke sudut pandang yang lain akan memberikan suatu pengalaman yang berbeda. Jika masalah merupakan suatu hal yang buruk buat kita, maka masalah akan selalu buruk buat kita. Sekarang cobalah untuk melihat lebih jauh dari hanya sekedar permasalahan itu sendiri. Manusia biasa hanya akan melihat masalah sebagai sesuatu yang buruk buat diri mereka. Bahwasanya masalah adalah sesuatu yang harus dihindari dan tidak perlu terjadi pada kehidupan mereka. Ini merupakan pandangan klasik yang menganggap masalah tidak perlu hadir pada kehidupan mereka. Sekarang marilah kita melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda, yaitu masalah adalah sesuatu yang harus ada pada kehidupan dan merupakan hal yang membuat diri kita berkembang dari sebelumnya. Berapa banyak masalah yang sudah membuat diri kita lebih baik dari pada sebelumnya? Berapa banyak masalah yang sudah memaksa kita untuk menggunakan alam pikir ini sehingga otak kita berkembang dengan baik? Coba anda bayangkan jika tidak ada masalah dalam kehidupan ini….apa kita akan menggunakan nikmat Allah yang luar biasa ini untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari atau tidak? Maka oleh karena itu ubahlah cara pandang kita terhadap masalah. Karena disebalik nikmat masalah ada nikmat yang luar biasa indah bagi kehidupan kita ini…
2. Bersyukur
Banyak dari kita hanya bersu’uzon ketika ditimpa masalah. Jangankan kepada Allah, kepada sesame manusia saja tidak boleh. Banyak dari kita tidak bersyukur atas yang terjadi pada diri kita ini. Kenapa harus bersyukur? Lho ada masalah, malah disuruh bersyukur? Sebagai manusia yang memiliki keterbatasan dimana-mana, tentu saja kita tidak dapat menjangkau yang di luar kemampuan yang kita miliki. Oleh karena keterbatasan tersebut itulah kita harus banyak bersyukur. Karena suatu masalah, sedikit banyak, pasti memberikan pembelajaran yang sangat berharga buat kita. Jika di- flashback berapa banyak masalah yang telah menjadikan kita lebih dewasa, lebih mandiri, rendah diri, dan banyak hal lagi yang telah mengubah diri kita lebih baik. Maka selalulah bersyukur atas masalah yang kita hadapi.
3. Nikmatilah.
Menikmati masalah merupakan hal yang luar biasa. Sekali lagi penulis katakan, bahwa manusia biasa hanya akan mengeluh ketika menghadapi masalah. Apa kita hanya ingin melakukan hal yang biasa saja? Apakah kita tidak ingin melakukan hal yang luar biasa? Menikmati suatu permasalahan akan memberikan kita pengalaman yang unik dan tentu saja berbeda dari orang lain. Karena ketika mengeluh dengan permasalahan yang sedang dihadapi, berapa banyak energi, waktu, dan pikiran yang kita buang? Percayalah permasalahan itu menjadi lebih sulit buat diri kita karena kenyataannnya tidak sesuai dengan keinginan kita. Inlilah sebenarnya mengapa permasalahan itu tidak dapat dinikmati. Lalu sekarang cobalah kita untuk menikmati segala masalah yang kita hadapi. Jika sesuatu terjadi tidak sesuai dengan kehendak kita, maka selanjutnya adalah bagaimana menikmati dan selesaikanlah dengan benar. Kita juga harus yakin bahwa pengalaman ini akan berguna ketika orang lain menghadapi masalah yang sama, namun kita mampu melewatinya dengan benar sementara mereka tidak.

Oleh karena itu selalulah belajar dan bersyukur atas apa yang terjadi pada kita. Karena dengan begitu segala akan mudah, jika kita keluarkan energi, waktu dan pikiran akan berbuah kenikmatan yang luar biasa. No pain without gain, tak ada sesuatu yang didapat tanpa pengorbanan, yang tentu saja ikhlas dijalani. Semoga hari-hari kita selalu lebih baik dari hari-hari sebelumnya…amin…..

Sabtu, 15 Januari 2011

Menghargai diri

Memulai sesuatu yang tidak pernah kita lakukan adalah merupakan sesuatu hal yang amat sulit untuk kerjakan. Keluhan demi keluhan akan selalu terucap dari mulut kita. Banyak dari kita selalu melihat dan bangga terhadap keberhasilan orang lain. Tetapi yang paling menyakitkan adalah kita tidak seberhasil mereka. Pada akhirnya kita selalu menyalahkan orang lain, diri sendiri, keadaan sekeliling kita, bahkan orang tua kita pun kita salahkan. Mau jadi apa kita dengan kondisi seperti ini. Bukankah setiap orang sudah diberikan nikmat oleh Allah sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki? Bukankah juga setiap orang diciptakan berbeda dan dipastikan memiliki kemampuan untuk selalu dikembangkan oleh mereka sendiri atau orang lain?
Melihat kelemahan diri sendiri itu baik, begitu juga menyadari memiliki kelemahan juga lebih baik, namun lebih baik lagi kita sadar dan mampu change it once, mengubah kelemahan tersebut menjadi kekuatan diri saat ini . Untuk mengubah perilaku sadar menjadi perilaku melakukan suatu perubahan tidaklah mudah. Hal ini membutuhkan suatu proses yang harus dilalui dengan berbagai kendala. Maka oleh karena itu keberhasilan adalah suatu proses. Keberhasilan bukanlah merupakan hasil akhir dari suatu proses. Karena hidup ini akan selalu meminta proses-proses yang lebih mantap dan jitu. Ini akan mengajak kita untuk selalu dapat merekayasa, bahkan menciptakan proses-proses yang terkini.
Dari mana memulainya?
Pertanyaan ini selalu penulis dengarkan saat berinteraksi dengan teman-teman. Mereka selalu mengeluhkan bagaimana memulainya dan bagaimana mungkin dapat melakukan jika modal tidak ada. Pada dunia usaha modal itu tidaklah semata-mata diartikan uang, namun lebih jauh lagi adalah modal itu ada pada diri sendiri. Modal itu bisa berupa talenta yang kita miliki, kekuatan diri, keinginan yang kuat, kepercayaan diri, dan lain- lain yang belum tergali secara maksimal oleh diri.
Untuk memulai ini perlu suatu kesadaran diri yang cukup kuat. Banyak dari kita yang tidak sadar diri….hahahahahaha. kita selalu marah pada orang lain pada saat keinginan kita tidak terpenuhi, bukankah sebenarnya kita yang lagi tertekan atas kondisi yang kita hadapi. Orang tua sering marah pada anak-anak mereka, saat anak-anak tersebut bermain di jalan-jalan atau, gang-gang, yang selalu ramai dilewati oleh kendaraan. Tetapi apakah selaku orang tua pernah memberitahu kepada anaknya bahaya main di jalan? Atau orang tua stress melihat kondisi seperti itu? Para pegawai marah-marah hanya karena peraturan yang berubah sementara. Selaku pegawai yang diikat oleh aturan bukankah sebaiknya mengikuti aturan yang dibuat? Ini akan berbeda pada saat seorang pegawai sebagai pembuat aturan. Aneh-aneh sajakan. Diatur tak tidak mau, mengatur tidak bisa….... mau jadi apa?
Menyadarkan diri adalah merupakan pekerjaan berat. Untuk menyadarkan diri butuh proses sebagaimana penulis sampaikan diatas tadi. Seorang manusia yang dilengkapi dengan berbagai peralatan canggih yang merupakan anugerah dari yang maha kuasa, hanya diciptakan sekali saja. Jika manusia diibaratkan sebuah perangkat komputer, komputer memiliki prosessor dengan berbagai spesifikasi. Apa mungkin sebuah prosesor dengan spesifikasi rendah akan mampu bekerja sama cepatnya dengan prosesor yang memiliki spesifikasi yang lebih tinggi? Begitu juga manusia, jika mereka sadar dengan kondisi mereka, maka mereka akan tahu bagaimana menggunakan kemampuan yang mereka miliki. Ini artinya kesadaran diri sangatlah penting untuk mengatur diri dalam mengambil langkah berikut dalam kehidupan ini. Kesadaran diri juga membuat manusia akan lebih mengenal diri, potensi apa yang dapat dikembangkan, serta mampu mengubah diri. Bagaimana mungkin kita dapat mengubah diri tanpa pernah sadar akan diri sendiri?